Aku dan Diriku, sebuah essay (Part 1)

Okai, opening ya

Bismillahhirrahmanirrahim, 
dengan memohon izin kepada yang menciptakan diri ini, dengan nama Tuhan, aku ucapkan salam

Assalamualaikum, Warahmatullahi, Wabarakatuh

Salam sejahtera kepada kalian semua para pembaca, semoga senantiasa mendapat berkah dan rahmatNya.

Tulisan ini merupakan sebuah renungan, tentang pencarian makna dan arti, dari berbagai kejadian dan fenomena hidup. Tulisan yang akan menjadi essay, yang bertindak sebagai wadah untuk ku kucurkan ide-ide dan hasil pemikiranku terhadap diriku yang terjadi padaku. Mungkin sebagian sudah mulai merasa kebingungan dari kata-kata yang kugunakan, kata-kata seperti "Aku dan Diriku" dan "Pemikiranku terhadap diriku yang terjadi padaku", dan sesungguhnya memang itulah yang akan aku bahas. Aku memisahkan diri ini menjadi 4, diri ragaku, diri akalku, diri fikirku, dan diri hatiku.

Yap benar sekali, ini akan menjadi pembahasan yang sudah masuk ranah filsafat, sekaligus psikologis, dan spiritual. Terkesan seperti pembahasan yang berat dan sepertinya memang begitu, terutama bagi para pembaca yang belum terbiasa membaca dan memahami filsafat. Tapi tenang saja, aku akan berusaha menyampaikan semua yang ada dalam benak ini dalam bahasa yang sederhana dan penjelasan-penjelasan yang ringan. Sebelum masuk ke topik utama, akan ku jelaskan outline dari konsep konsep bahasanku ini.

a. Filsafat

Filsafat ini kata yang paling punya makna yang terkesan negatif diantara ketiga konsep tulisan ini, tapi sesungguhnya tidak. Jangan langsung membayangkan bahwa filsafat itu pemberontakan akal terhadap tuhan dan masyarakat, ngga, jangan ya, itu kejauhan. Filsafat disini masih dalam makna dasarnya, yang sesuai dari kebahasaan, filsafat  berasal dari kata Filo dan Sophie dalam bahasa Romawi, jika diterjemahkan, Filo memiliki arti cinta atau kecintaan, sedangkan Sophie artinya kebijaksanaan. Maka secara sederhana dapat diartikan bahwa filsafat memiliki arti mencintai kebijaksanaan.

Kebijaksanaan apa yang dicintai?, Kebijaksanaan terhadap pemikiran, alam, semesta, dan segala isinya. Mencintai kebijkasanaan adalah hal yang benar dan merupakan kebenaran itu sendiri. Maksudnya gimana min??

Jadi gini nak, akan ku jelaskan dengan bahasa yang over simplified, supaya gampang dimengerti, filsafat itu upaya-upaya untuk mencari kebenaran, memilah segala sesuatu yang ada, mengkategorikan semuanya, dan berupaya memahami makna dan arti dari segalanya. 

Misal, di layar laptop atau smartphone yang kamu gunakan untuk membaca tulisan ini, kamu mulai bertanya dan penasaran, ko bisa sih tulisan orang lain aku baca di hp ku sendiri,, nah dari sana lah kamu mulai mencari kebenaran, dari apa saja komponen layar - cara kerja layar - sejarah layar dan komputer- daaan seterusnya.

Bingung ya? masa yang kaya gitu disebut filsafat...,  bener kok, kan sesuai yang aku bilang tadi, filsafat itu upaya-upaya untuk mencari kebenaran, mengetahui hal yang sesungguhnya ada dan terjadi, memahami konsep-konsep, itulah filsafat.

-
utk ini aku cukupkan dulu, nanti lanjut di part 2

Komentar